Bagaimana Menyisihkan Waktu Khusus untuk Menulis

Bagaimana Menyisihkan Waktu Khusus untuk Menulis
Menyisihkan Waktu Khusus untuk Menulis. Seorang Editor. Sumber gambar: pixabay

Bagaimana menemukan waktu untuk menulis, ini merupakan salah satu masalah klasik yang dihadapi para penulis (pemula).

“Saya pasti sudah selesai menulis buku pertamaku seandainya saja tidak ada tugas-tugas sekolah/kuliah yang menggangguku,” kata calon penulis

“Sayangnya, saya punya 3 anak balita yang harus diurus. Saya tidak akan pernah punya waktu untuk menulis novel saya,” keluh seorang emak

“Dering telepon dan sms dari Mr. Bos selalu menggangguku. Kapan aku bisa menulis kalau begini terus?” kata seorang karyawati bank.

“Seandainya rumah tidak perlu disapu, anak-anak tdk perlu dijemput, rumput halaman tdk perlu dipangkas; aku pasti bisa menulis,” kata Ceu Nita

Sementara yg lain mengeluh, Stephen Hawking, yang hampir lumpuh total, telah menyelesaikan karya luar biasanya ttg asalmuasal semesta. Sementara mereka mengeluh, seorang ibu single parent di London telah menyelesaikan tulisannya, tulisan yang kemudian menyihir dunia.

Banyak (calon) penulis mengeluhkan kehidupan mereka yang sepertinya tidak mendukung impiannya untuk menjadi penulis. Pekerjaan menumpuk. Anak harus selalu diurus. Tetangga berisik. Acara TV yang sayang untuk dilewatkan. Ada saja alasan untuk tidak menulis. Memang, godaan untuk tidak menulis sangatlah besar, dan sering kali susah untuk diabaikan. “Lalu, inyong kudu kepriwe, Son?”

Tantangannya bukan pada “bagaimana cara mengabaikan pekerjaan2 rutin itu.” Tidak mungkin kan kita mengabaikan anak sendiri demi menulis? Masak iya demi menulis, kita kemudian meninggalkan pekerjaan utama? Kalau dipecat, kita mau makan apa? Ya kalo buku kita bestseller. Seorang penulis yang sukses akan selalu bisa menemukan waktu untuk menulis tanpa harus mengabaikan tanggung jawab hariannya. Tantangannya adalah menemukan waktu untuk menulis tanpa harus mengorbankan waktu kerja/belajar/mengurus keluarga.

Gimana ya caranya, supaya kita bisa tetap punya waktu untuk menulis, tapi tanpa mengabaikan tanggung jawab kita? Jawabannya: MANAJEMEN WAKTU. Mungkin, tips dari Richard Schneider bisa menginspirasi kita untuk menemukan waktu yang tepat untuk menulis di tengah segala kesibukan kita.

(1) Awali dengan doa. Berdoalah kepada Tuhan, pintalah agar waktu 24 jam bisa kita manfaatkan semaksimal mungkin, termasuk u/ menulis. Kepada siapa lagi kita meminta kalau bukan kepada Penguasa Waktu? Awali hari dengan berdoa, semoga hari ini saya diberi kesempatan menulis. Tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Waktu ada dalam gengaman-Nya. Maka, mintalah waktu “lebih” untuk menulis kepada-Nya. Coba deh. Ajaib!

(2) Temukan waktu khusus untuk menulis Anda, yakni semacam “me-time” ketika dunia seolah terlelap dan hanya Anda yang diijinkan untuk bangun dan menulis.Mungkin, ada yang waktu menulisnya pagi hari sebelum subuh, atau siang hari ketika anak2 sekolah, atau lepas senja sambil melepas penat. Temukan waktu menulismu, waktu ketika kamu kosong dan bisa menulis tanpa diganggu siapapun. Cukup setengah atau satu jam sehari, asal rutin.

(3) Jangan pernah menunggu datangnya inspirasi. Yang terbaik adalah selalu mencatat inspirasi yang muncul, kapanpun ia datang.Kapankah waktu terbaik untuk menulis? Anda sendiri yang mengetahuinya. Pagi-pagi buta, tengah malam, seiring jam kerja; temukanlah. Ketika Anda sudah menemukan “waktu menulis” itu, gunakan dan manfaatkanlah secara rutin setiap hari. Kunci menulis adalah konsistensi. Setiap orang memiliki “waktu khusus untuk menulis”-nya masing-masing. Temukanlah dan gunakan dengan baik, kapanpun waktu itu muncul.

(4) Tentukan apa tujuan Anda dalam menulis, atau dengan kata lain, beri tenggat waktu (DL) kepada Anda sendiri.Tentukan dalam sehari Anda akan menulis berapa halaman (misal sehari 4 halaman), lalu patuhilah hal itu. Atau, bisa juga satu bab harus selesai dalam dua minggu, atau satu bulan. Anda bebas menentukan DL Anda sendiri, asal Anda janji mematuhinya.Anda juga harus kejam kepada diri sendiri. Beri DL kapan naskah itu akan selesai ditulis. Apakah 6 bulan, atau setahun. Lalu penuhi. Dengan menetapkan DL kepada diri sendiri, secara tidak sadar Anda sudah menetapkan tujuan dlm menulis. Tujuan membuat proses lebih terfokus.

Sekali lagi, tetapkan tujuan Anda dalam menulis. Kemudian, berjuanglah untuk mencapainya. Misalnya begini, kamu ingin menulis sebuah buku yang terdiri atas 15 bab. Sebelumnya, tentukan berapa lama waktu untuk menulis setiap babnya. Misal, satu bab selesai dalam 1 minggu, maka DL naskah Anda adalah 1 minggu x 15 bab = 15 minggu. Beri “minggu tambahan” jadi 17 minggu. “Minggu tambahan” berfungsi sebagai perpanjangan waktu sekiranya terjadi hal-hal di luar perkiraan, seperti pekerjaan atau ada hajatan. “Minggu tambahan” ini juga bisa digunakan untuk menggarap bab-bab sulit yang mungkin tdk bisa diselesaikan dalam 1 minggu. Satu hal yang jelas, beri deadline (batas akhir) kapan naskah Anda harus selesai. Para penulis besar juga melakukannya. “Sometimes, deadline is the greatest inspiration.”

(5) Lakukan yang terbaik yang bisa Anda lakukan, termasuk dalam menulis. Segala yang dikerjakan dengan sebaik-baiknya akan menghasilkan produk yang bagus pula. Termasuk dalam menulis, lakukan dgn maksimal. Kadang, kemalasan akan menyerang, kesibukan datang menghadang, galau ikut menerjang. Tetaplah bertahan, menulislah terus. Walau pelan-pelan. Untuk menciptakan karya agung dibutuhkan kerja keras. Pandanglah ke depan, yakinlah bahwa tidak ada sesuatu yang sia-sia di dunia ini. “Apa saja yang dapat Anda lakukan, lakukanlah dengan senang hati. Termasuk dalam hal menulis.”

(6) Sadarilah bahwa masing-masing kita diberikan waktu 24 jam yang sama. Waktu menulis itu selalu Anda, pandai-pandailah menemukannya. Sisipkanlah waktu menulis itu di sela-sela jam kerja dan tanggung jawab pribadi Anda. Tetaplah menulis tapi jangan mengabaikan yang lainnya.Siapa tahu, pekerjaan dan keseharian Anda malah akan menambahkan warna unik dalam karya Anda. Tidak ada yang sia-sia, yakinlah. Intinya, pintar-pintarlah mencari waktu untuk menulis. Tidak harus lama, setengah jam sehari tapi rutin jauh lebih baik dari sebulan sekali. Tetaplah menulis, tetapi bila ada yg menginterupsi jadwal menulis Anda, jangan mengutuknya. Mungkin, dari sanalah ide hebat itu akan muncul.

Kunci mencari waktu khusus untuk menulis: (a) Berdoa, (b) Menemukan waktu yang tepat, (c) Rutin menulis, dan (d) Beri tenggat waktu (DL). Selamat menulis, DIVAmate. Kami tunggu karya-karya kalian nangkring di meja redaksi.

September 15, 2014 at 3:11pm

6 thoughts on “Bagaimana Menyisihkan Waktu Khusus untuk Menulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *