Tulisan yang Kaya Maksudnya Seperti Apa Sih?

Tulisan yang Kaya Maksudnya Seperti Apa Sih? |

Seperti biasa, kita akan belajar bareng seputar dunia tulis-menulis. Sebagaimana slogan @KampusFiksi: “Menulis berbeda dengan menjadi penulis. Yang pertama bisa sendirian, yang kedua butuh teman.”

Kali ini, kita akan mengupas tips dan trik untuk memperkaya tulisanmu sehingga siapa tahu kamu bisa “kaya” lewat tulisanmu. Apa itu tulisan yang kaya, dan bagaimana cara menuliskan tulisan yang kaya? Yuk kita bahas rame-rame. Pertama, apa itu tulisan yang kaya? Tulisan yang kaya adalah ketika dibaca, tulisan itu memberikan banyak hal kepada pembacanya. Tidak hanya informasi, tulisan yang kaya mampu menambahkan sesuatu dalam pikiran atau bahkan mengubah si pembaca jadi lebih baik. Dan bukankah seperti itu salah satu tujuan dasar menulis?

Lewat tulisan, seorang penulis bisa membagikan sesuatu yang bermanfaat kepada orang lain lewat untaian kata-kata. Setidaknya bisa menghibur pembaca yang tengah galau, itu sudah bisa disebut tulisan yang kaya. Tulisan yang kaya, sama-sama disukai oleh baik penerbit maupun pembaca. Tulisan yang kaya, membuat kaya semua pihak, termasuk penulisnya. Lalu, bagaimana cara untuk membuat tulisan yang kaya? Berikut ini aneka trik dan tipsnya yang Mimin kumpulkan dari beragam sumber (sok-sok aja sih, padahal juga nyontek di editor sebelah)

(1) Tulisan yang kaya itu adalah tulisan yang diperkaya dengan riset oleh penulisnya
Riset di sini tidak selalu berkaitan dengan jas laboratorium, miksroskop, atau data-data komputer yang bikin pusing kepala. Dalam dunia akademis, dikenal adanya riset pustaka, yakni riset melalui pembacaan referensi-referensi yang sifatnya tertulis. Faktanya, riset utama bagi seorang penulis adalah dengan MEMBACA. Penulis yang malas MEMBACA biasanya tulisannya cenderung ZONK. Dengan membaca, kita ibarat memasukkan bahan bakar ke dalam pikiran kita untuk kemudian diubah menjadi tulisan. Apa yang kita baca akan menjadi apa yang kita tulis.

Misalnya begini, misal kamu ingin menulis tentang buku pengembangan diri, maka bacalah buku-buku tentang pengembangan diri. Misal juga kamu ingin menulis novel dengan setting luar angkasa, maka banyak-banyaklah membaca buku atau artikel terkait luar angkasa. Atau, kamu disodorin menggarap naskah tentang beternak kambing Etawa, ya paling pertama kamu harus kumpulin referensi tentang topik itu. Pentingnya riset pustaka ini dibuktikan dengan adanya halaman DAFTAR PUSTAKA yang memuat karya-karya yang menjadi rujukanmu. Selain bisa jadi ajang narsis penulis, daftar pustaka juga bisa menjadi ukuran kaya atau tidaknya sebuah tulisan (meskipun tidak harus selalu demikian).

Tulisan yang Kaya Seperti Apa Sih?
Dan Brown | Sumber gambar: dailymail.co.uk

Keampuhan riset ini telah dibuktikan sendiri oleh penulis Dan Brown yang konon membutuhkan waktu DUA TAHUN untuk riset novel “Da Vinci Code” Ketekunannya dalam melakukan riset terbayar lunas ketika novel-novel Dan Brown selalu laris di pasaran. Tulisannya memang kaya sih. Para pembaca menyukai novel-novel Dan Brown yang, selain menghibur, juga kaya akan data-data sejarah serta seni. Semua ini tentunya tidak lepas dari ketekunannya dalam melakukan riset, baik riset pustaka maupun riset pengamatan.

Selain riset pustaka, penulis juga tidak boleh malas melakukan riset pengamatan, yakni meninjau sesuatu secara langsung atau tidak langsung. Pada dasarnya, proses mengamati bisa diserupakan dengan proses membaca juga. Saat mengalami, kita membaca dalam bentuk gambar. Pengamatan langsung bisa dilakukan dengan mendatangi atau melihat langsung obyek yang hendak kita amati. Misalnya saja, kamu ingin menulis buku jalan-jalan ke Asia Tenggara. Kamu kemudian benar-benar mengunjungi Singapura, Vietnam, dan Thailand.

Dengan pengamatan secara langsung, penulis bisa merasakan sendiri aroma, tekstur, wujud, warna, dan penampakan dari sesuatu obyek. Atau, mungkin kamu tengah mengarap novel tentang kriminalitas. Kunjungilah penjara atau kantor polisi. Serap nuansa, aktivitas, orang-orangnya. Atau, penulis buku resep, akan lebih sip jika kamu mencoba mempraktikkan resepnya terlebih dulu untuk kemudian dilaporkan lewat tulisannya. Riset secara langsung ini sangat penting dalam memperkaya tulisan karena penulis turut mengalami pengalaman itu secara langsung.

Tapi, riset secara langsung ini sering kali terkendala oleh keterbatasan biaya, waktu, juga tenaga. Gimana cara mengatasinya? Ada teman yang bilang, “Wah aku belum pernah ke Vietnam, Min. Belum ada uang!” atau gini “Gimana ya, novelku kan setting Korea. Tapi aku tinggalnya di Kroya.”

Tenang, kini, keterbatasan biaya, waktu, dan tenaga itu bisa diakali lewat salah satu temuan terhebat umat manusia di zaman modern: INTERNET. Cukup dengan sekali klik, kita sudah bisa berselancar menikmati keindahan Ha Long Bay di Vietnam atau mengunjungi Namsan Tower di Korea. Lewat foto-foto (yang bikin iri) tempat-tempat indah di internet, sebenarnya penulis bisa ikut merasakan atau menyerapnya sbg bahan tulisan. Tidak perlu ke Belanda dulu jika kita ingin menulis novel dengan setting kota Amsterdam. Cukup googling saja di Internet, banyak sekali.

Tulisan yang Kaya Seperti Apa Sih?
Sumber gambar: erikmarshall.net

Kelemahan dari riset lewat internet ini adalah kadang data-data yang kita dapatkan kurang valid, jadi penulis kudu sering kroscek. Berhati-hatilah saat mencari lewat internet, selalu pastikan untuk mengali informasi dari beberapa situs yang terpercaya agar valid datanya. Kalau perlu, selalu periksa silang informasi yang kamu dapatkan dari sumber internet. Penulis seharusnya tidak gampang percaya dengan broadcast BBM gak jelas atau berita hoax campur fitnah. Hayo siapa yg kemarin siapin baskom? Itu mau bikin asinan, Bu?

Dengan riset pustaka maupun riset pengamatan, dijamin karya kamu (entah fiksi atau nonfiksi) pasti akan semakin kaya isinya. Dengan riset, tulisanmu menjadi lebih informatif, aplikatif, edukatif, sistematif, naratif, validatif, dan makin aktif dibaca.

(2) Tulisan yang kaya itu adalah tulisan yang digarap dengan sepenuh hati, diniatkan untuk kebaikan.
Adakah hubungan antara tulisan yang kaya dengan perasaan yang tulus ikhlas saat penggarapannya? Jawabannya: ada. Tulisan yang kaya, akan membuat kaya baik penulis maupun pembacanya, termasuk penerbitnya #uhuk. Sesuatu yg dikerjakan dngn sungguh-sungguh, biasanya hasilnya juga luar biasa. Dan kadang, hal ini tidak bisa dinilai dengan materi semata. Ada loh tulisan yang tampaknya sederhana, tapi isinya “kaya” sehingga mampu menggerakkan atau mengguggah banyak pembacanya. Ketika menuliskannya, si penulis berjuang sekuat kemampuan, yakin hendak menghadirkan yang terbaik kepada para pembaca. Bahwa ketulusan, ketekunan, dan tujuan yang baik adalah pundi-pundi kekayaan jiwa, maka itu benarlah adanya. Maka, sebagai penulis, tekun dan sungguh-sungguhlah kita dalam menulis. Pembaca akan mampu merasakan kesungguhan kita dalam tulisan kita.

Kadang, sebuah buku isinya sebenarnya biasa. Tapi, naskah itu jadi kaya karena kesungguhan dan ketulusan di penulis saat menggarapnya. Karena itu, sering kan kita nemu buku-buku yang isinya sebenarnya biasa tapi entah kenapa buku itu begitu laris di luar sana. Jawabannya, karena si penulis yang memang kaya akan cadangan kesabaran, ketekunan, dan kebaikan. Lalu, hal-hal itu menular dalam karyanya.

(3) Tulisan yang kaya itu mengandung “permata-permata” yang dapat memperkaya para pembacanya.

Rugi dong, Min, penerbitnya. Masak beli buku dapat mutiara? | Ya nggak gitu banget deh. Kan mutiara bisa diganti batu akik! *ih sumpah jayus banget ini.

Tulisan yang baik adalah tulisan yang bisa mengubah pembaca, menambahkan hal-hal baru dlm hidupnya, atau cukup sekadar dapat menghibur saja. Maka tuliskah sesuatu yang akan memperkaya pembacamu, niscaya tulisanmu akan kaya, dan kamu pun ikutan kaya (*yang terakhir ini nggak janji)

Mau kaya secara materi, jadilah penjual buku.
Mau kaya secara ruhani, jadilah penulis buku.
Mau kaya materi-ruhani, bacalah buku.
hahahaha
Jadi, gimana agar kita bisa membuat tulisan yang kaya? Jawabannya adalah no (1) Riset, dan no (2) Sungguh-sungguh dalam menulisnya.
Jangan setengah-setengah dlm menulis. Tuliskan semampu yang kamu bisa. Fokuslah u/ menulis sesuatu yg bermanfaat, atau menghibur setidaknya. Tapi, jangan lupa untuk memberi tenggat waktu alis deadline pada naskahmu, agar naskahmu tetap jadi. Kadang, mengejar kesempurnaan itu perlu, tapi akan lebih baik jika diselesaikan dulu baru setelah itu disempurnakan. Seperti cinta kita berdua, yang akan semakin sempurna seiring berjalannya masa. #haseg *nelen charger

Dan tulisan yang kaya, akan memperkaya pertama penulisnya, lalu pembacanya, dan terakhir penerbitnya (kemudian Miminnya). Nah, biar Mimin ikutan kaya, yuk dong pada belanja di divapress-online.com *ujung-ujungnya sih promo juga*

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.

1 Comment