Novel Di Antara Lumpur Mainanku Hilang

1

Novel Di Antara Lumpur Mainanku Hilang

Novel Di Antara Lumpur Mainanku Hilang bercerita tentang perjuangan seorang tokoh bernama Bayu yang menjalani kehidupannya sebagai salah seorang anak korban bencana semburan lumpur panas, Porong, Sidoarjo. Kehidupan yang keras di pengungsian seolah merubah pola pikir seorang anak menjadi lebih dewasa. Dia lebih dewasa untuk melihat ketidakadilan di sekelilingnya. Bersama teman-temannya, ia berusaha menggapai cita-cita yang sebelumnya hilang ditelan lumpur. Dari sudut pandang seorang Bayu, pembaca dapat melihat banyak hal yang terjadi dengan anak-anak korban semburan lumpur.

Bayu berusaha untuk bisa tetap bermain dan merasakan pendidikan yang sempat terenggut dari kehidupannya. Walaupun terkadang kegiatan bermain dan belajarnya harus terhenti, karena ia juga harus bekerja mencari uang untuk memenuhi kebutuhan hidup selama menjadi pengungsi di pengungsian pasar baru Porong. Novel ini sendiri bersetting di daerah Porong pada tahun 2008. Tahun di mana Bayu dan para pengungsi korban semburan lumpur sudah mengalami penderitaan selama kurang lebih dua tahun. Bencana Porong sendiri merupakan sebuah bencana yang bisa dibilang istimewa. Penanganan yang berlarut-larut menyebabkan kehidupan Bayu dan anak-anak pengungsi lainnya semakin tidak menentu. Mereka layaknya anak-anak yang tidak punya masa depan.

Novel Di Antara Lumpur Mainanku Hilang

Mereka adalah anak-anak yang tidak tahu mau jadi apa mereka nanti. Namun, Bayu tidak patah semangat begitu saja. Sahabat-sahabat Bayu di pengungsian mengajarkan banyak hal tentang arti hidup. Hingga akhirnya Bayu merasa dirinya harus mampu bertahan dan terus berjuang. Bayu masih percaya kalau ia dapat keluar dari penderitaannya.

Namun, ketika Bayu merasa dirinya sudah mampu bertahan, selalu saja ada yang membuat semangatnya seakan luluh-lantak. Semangat Bayu pun akhirnya tergoyahkan saat ada sebuah kejadian besar yang terjadi di kehidupan Bayu, di mana ada seorang anak pengungsi yang paling kuat dan selalu menjadi panutan Bayu, akhirnya menyerah dan pergi meninggalkan pengungsian.

Endorsements Novel Di Antara Lumpur Mainanku Hilang

“Epic! Panca berhasil menggugah hati dan mendewasakan pikiran. Selalu prihatin kalau kita diingatkan pada tragedi lumpur ini. Pemerintah yang sudah ‘bercerai’ dengan mata, telinga, dan hati harus mulai ‘belajar membaca’ buku ini.”
Gading Marten, aktor/presenter.

“Cerita dan cara penceritaannya jujur dan tulus, tiada yang lebih indah dari kejujuran dan ketulusan. Panca berhasil meramu itu semua menjadi sebuah sajian imajinasi yang pas. Saya suka novel ini.”
Titien Wattimena, penulis skenario film “?”.

“Halaman demi halaman novel ini membawa saya masuk dalam ketegangan, bukan hanya semata karena deskripsi Panca akan semburan lumpur Sidoarjo yang begitu detail dan mencekam, tapi lebih karena saya tidak rela kalau semangat Bayu dan para sahabatnya ikut padam terbenam oleh ketidakadilan.”
Cassandra Massardi, sutradara/penulis skenario.

“Gagasan yang disampaikan Panca dalam novel ini memang cukup berat, tapi dikemas dengan bahasa yang ringan, mengalir dan merasuk ke dalam hati saya. Referensi yang bagus untuk memaknai bagaimana bertahan hidupnya anak-anak korban bencana semburan lumpur.”
Kelly Charenina, presenter program “Jelang Siang” Trans TV.

“…Dalam beberapa hal, kita seolah dipermainkan dengan alur-alur yang menurut saya sangat filmis. I love it.”
Mira Damayanti, model/finalis Miss Indonesia 2011.

“Kalimat-kalimat Panca yang berenergi membuat pembaca tak hanya menggelinding terbawa pada jalan cerita yang dibesutnya, tapi juga terbius oleh rangkaian kata-katanya. Layak dibaca siapa pun yang ingin berkelana dengan bacaan nikmat.”
Alberthiene Endah, penulis novel.

You might also like

1 Comment

  1. ahmad taufik urohman says

    novel ini sangat menyentuh hati saya,.

Leave A Reply

Your email address will not be published.