Naskah-Naskah Nonfiksi yang Laku di Penerbit mayor (Bag. 2)

Dalam postingan sebelumnya, kita sudah membahas empat jenis tulisan nonfiksi yang laku di redaksi. Empat itu belum semuanya loh. Seperti kita ketahui, jenis-jenis naskah nonfiksi itu ada banyak sekali.

Dari berbagai jenis naskah nonfiksi tersebut, kita sebenarnya bisa menandai mana-mana saja jenis naskah yang laku untuk diterbitkan di penerbit dan mana yang cukup disimpan dalam laci bersama kenangan

(sumber gambar: blog.reedsy.com)

Jika sedang jalan-jalan ke toko buku, cobalah sesekali mampir ke rak nonfiksi. Jangan hanya ke rak novel terbaru dan komik saja sih. rak-rak buku nonfiksi juga butuh kamu sambangi. Jangan salah loh, bahkan para penulis fiksi terkenal pun menyempatkan diri membaca buku-buku nonfiksi sebagai riset pustaka. Pada dasarnya, sebuah buku fiksi yang baik juga didukung oleh pengetahuan nonfiksi yang juga baik.

Misalnya saja, kamu nemu judul buku motivasi yang terlalu klise macam “Majulah, Maka Kamu akan Tambah Maju.” Dari judul biasa ini, kamu jadi kepikiran menulis naskah “Maju Mundur, Bodo Amat yang Penting Gue Happy.”

See? Jika kamu kepingin nulis buku nonfiksi tetapi masih ragu mau menulis apa yang kira-kira bagus tetapi juga laku, simak tweet Mimin [agi ini ya. Kita lanjutkan ke jenis-jenis naskah nonfiksi yang laku (bagian 2).

 

5. Modul Belajar

Sebentar, kamu jangan keburu bilang “Apa deh! But seriously, modul belajar diterbitkan? Emang laku gitu?”

Heh, sini tak kasih tahu. Modul belajar macam buku latihan menyambut UN atau UMPTN (udah ganti Min, sekarang namanya SBMPTN) memang FAKTANYA laku. Kamu nggak tahu aja betapa banyaknya bukibuk yang panik sama anak-anak remajanya yang mau UN atau ikut SBMPTN.  Dan, kalau ke toko buku, apalagi menjelang tahun ajaran baru atau tiga bulan menjelang UN, buku-buku ini laris manis. Yakin deh.

Modul ini disusun khusus mengacu pada disiplin ilmu tententu, yang menuntut pemahaman yang jelas dan pasti, misalnya saja matematika, fisika, bahasa Inggris, dan lain-lain. Naskah jenis ini menuntut penguasaan kemampuan tertentu sebagaimana disyaratkan dalam proses belajar mengajar. Jadi berat gini bahasa Mimin. Pokoknya gini, kalau kamu jago matematika dan memang memiliki latar belakang pendidikan di bidang ilmu matematika, kamu bisa deh menulis naskah tentang “cara asyik belajar matematika untuk SMA.” Begitu pula kamu yang jago bahasa Inggris, atau pandai dalam ilmu eksata.

Modul ini sederhananya berbentuk latihan soal beserta pembahasan. Jangan lupa kaish kunci jawaban ya. Tega bener kamu menyiksa adik-adik kita dengan kasih pertanyaan tanpa jawaban. Menunggu kepastian itu berat loh, kayak nggak pernah aja.  Secara hitungan bisnis, modul belajar ini biasanya sangat mudah diserap pasar—apalagi jika momennya pas. Kamu juga kudu pandai-pandai menebak pasar. Coba kirimkan naskah model gini setahun sebelum UN, jadi penerbit bisa bersiap-siap.

Jika kamu tertarik menulis naskah modul belajar, upayakan untuk menulis materi sesuai dengan keahlian yang memang kamu kuasai atau latar belakang pendidikan yang sesuai. Untuk contohnya seperti apa, cek di toko buku ya.

 

6. Buku Belajar Bahasa Asing (Termasuk Kamus)

Sekarang ini zamannya go internasional. Ibaratnya, kalau nggak jago Inggris bakal meringis tersalip tenaga kerja asing yang lebih jago. Karena itu, pengetahuan dan penguasaan bahasa asing menjadi sedemikian penting di abad milenial ini. Bisa dilihat dari banyaknya lembaga bahasa asing yang menjamur di negeri ini. Mulai dari kursus bahasa Inggris, Mandarin, hingga Korea, dan Prancis. Mimin masih nyari-nyari di mana kursus bahasa hati. Kalau nemu, DM ya gaes.

Penerbit selalu butuh naskah-naskah bahasa asing gini sepanjang tahun karena peminatnya selalu ada. Memang angka penjualannya tak sefantastis novel, tetapi grafiknya stabil alias selalua da pembelinya walau cuma satu dua. Ini artinya, naskahnya memang berpotensi laku.

Nah, ini bisa jadi kesempatan besar buat kamu yang jago bahasa Inggris, fasih berbahasa Prancis, atau kece pake bahasa Korea. Kamu kan udah jago tuh, bisa dong menuliskan trip dan trik kamu pas belajar bahasa asing hingga bisa jadi jago kayak now.

Lalu, naskah bahasa asing gimana yang dicari penerbit? Sebenarnya, asal naskahmu bisa menjelaskan materi bahasa asing dengan mudah saja penerbit sudah senang, apalagi jika lengkap materinya.  Tetapi, ada poin khusus jika kamu bisa menyodorkan sisi unik dari pembelajaran bahasa asing, misalnya saja “Jago Inggris ala Mbak Sekretaris”, “Korea Bisa dengan Nonton Drakornya”, atau “Paham Grammar lewat Nyanyian”.

 

7. Buku Anak

Ini rahasia aja ya di antara kita. Buku-buku anak adalah salah satu jenis naskah yang paling laris dari segi penjualan. Jadi, jangan pernah meremehkan kekuatan anak-anak. Buku anak ini banyak sekali ragamnya, mulai dari buku cerita anak hingga pendamping tumbuh kembang.

Cerita anak terbagi dua , yakni yang ditulis oleh anak-anak dan yang ditulis orang dewasa. Contoh laris buku jenis ini adalah seri Kecil-Kecil Punya Karya. Harusnya kita yang gede malu sih, masak GGGK (Gede-Gede Gakpunya Karya)

Selain cerita anak, ada satu lagi jenis buku anak yang isinya berupa materi pendamping untuk anak-anak usia balita dan PAUD. Jangan salah, buku-buku seperti ini larisnya menyaingi larisnya buku pelajaran. Dengan begitu banyaknya lembaga PAUD dan TK di seluruh Indonesia, menggarap buku anak jenis ini bisa menjadi ladang menulis yang sangat menguntungnya. Contoh materinya bisa dilihat di gambar-gambar berikut.

 

8. Motivasi

Satu lagi buku nonfiksi yang juga laris manis, tidak lain tidak bukan adalah buku motivasi. Ini entah karena kita yang beneran butuh selalu dimotivasi atau malah untuk menyalurkan kegemaran suka memotivasi orang lain tapi tidak ke diri sendiri. Booming buku-buku motivasi populer dimulai di Amerika Serikat pada awal abad 20. Beberapa karya penulis besar seperti Carnegie, Maxwell, hingga Kiyosaki menjadi buku-buku terlaris dalam sejarah.

Faktanya, manusia memang mahkluk pelupa sehingga butuh selalu diingatkan. Buku motivasi bergerak dalam ranah yang sama, kita masih butuh banget untuk dimotivasi ulang agar hidup bisa terus bergerak—kalau bisa sih mencapai kesuksesan. Buku motivasi yang baik biasanya adalah hasil dari perenungan mendalam seseorang setelah mengamati fenomena di sekitarnya.

Hasil renungan ini kemudian ditulis dengan kalimat yang ringkas, mengandung perumpamaan-perumpaan agar tidak terasa kaku, serta pesan yang disampaikan secara terselubung. Buku motivasi yang bagus itu tidak terasa menggurui, tetapi mengajak.

Tidak perlu jadi ilmuwan atau kuliah psikologi dulu jika kamu memang ingin menulis naskah motivasi. Cukup dengan perbanyak bacaan dan wawasan, lalu cermat dalam mengamati fenomena kehidupan manusia di sekitar kita, kamu juga bisa menuliskannya. Justru, hasil renungan sendiri ini, walau terkesan receh, tetapi punya nilai orisinal yang tak dipunyai karya-karya lain yang sifatnya hanya ikut-ikutan. Kisahmu sebagai mama muda misalnya, bisa kamu tuliskan. Atau, kamu yang suka bersepeda dan jalan-jalan, coba buat tulisan motivasi dari hobimu itu.

Menulis buku nonfiksi mungkin belum seseksi menulis novel atau puisi. Tetapi, percaya deh, menulis nonfiksi juga sama luar biasanya.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.

1 Comment

  1. Ani nur khalimah says

    Tapi kan biasanya kalo nulis non-fiksi itu lebih sulit kan?