Lima Buku Kekinian untuk Pembaca Zaman Now

Halo, DIVAmate, membaca buku tentunya adalah selingan yang berfaedah banget di era kekinian gini. Ngomong-ngomong, kalian suka baca buku apa nih? Sebagai generasi milenial yang melek ilmu pengetahuan, kalian sudah tahu pasti kalau membaca buku itu sangat penting. Istilahnya, belum kekinian kalau belum baca buku yang lagi hits. Sebagai generasi kekinian, sering kali kita membutuhkan bacaan yang beda. Buku-buku yang tidak hanya berguna, tetapi ditulis dengan gaya kekinian. Selain isinya berfaedah, buku-buku ini ditulis dengan sudut pandang baru walau masih membahas tema lama. Isi dan cara penulisannya juga disesuaikan dengan kesukaan anak-anak zaman now. Mimin sudah memilihkan untuk kalian lima buku zaman now yang berfaedah sekali buat generasi milenial kayak kita-kita ini. Apa saja kira-kira bukunya?

 

 

(1) Millenial and I Generation Life karya Destiana Rahmawati

Nah, satu sebelum semua, kalian kudu tahu dulu apa sih generasi milenial itu, siapa saja mereka, dan bagaimana kehidupan mereka. Generasi Y atau milenial adalah mereka yang lahir kisaran tahun 1977 – 1995, sementara Generasi Z atau I Generation lahir antara 1996 – 2010. Kamu masuk yang mana, DIVAmate? Tolong jujur ya, bohong itu berat. Sementara generasi milenial lahir dan besar bersama perkembangan teknologi, generasi Z lahir ketika teknologi dan internet telah berkembang pesat. Dua ciri inilah yang membedakan anak-anak zaman now ini dengan generasi sebelumnya.Dalam buku ini, kamu akan mendapatkan semua yang ingin kamu ketahui tentang Generasi milenial dan Generasi Z, mulai dari karakter mereka, pekerjaan yang sesuai, hingga tokoh-tokoh yang telah sukses di bidang digital pada era milenial ini. Asyiknya lagi, di buku ini dipaparkan juga aneka problem khas anak zaman now (kapan nikah? kerjanya di mana? bullying? perang di dunia maya) serta solusi-solusi yang mungkin bisa dipraktikkan (bukan dipraktekkan, loh).

 

(2) Pertama, Ubah Gaya Hidupmu karya Amin Maghfuri

Jadi anak zaman now nggak berarti jadi anak yang tidak tahu agama. Gaul dan kekinian boleh-boleh saja, tetapi ibadah jangan dilupakan ya gaess. Sebagai generasi milenial, berpikir tentang masa depan yang lebih baik itu perlu banget. Kita didorong untuk meraih cita-cita setinggi-tingginya dengan memanfaatkan segenap potensi yang ada. Tetapi, jangan sampai melupakan siapa Tuhan kita.Buku ini akan menjadi panduan yang kekinian banget buat kamu yang ingin gaul tetapi tetap syari. Ditulis dengan gaya yang memotivasi namun tidak menggurui. Karena dikhususkan untuk pembaca milenial, bahasan di buku ini juga disesuaikan dengan problem terkini, seperti bagaimana menyikapi perbedaan, tentang perkara-perkara yang meragukan (syubhat), mengurangi stres , bagaimana bisa gaul ala anak kekinian tapi tetap lancar ibadahnya, dan masih banyak lagi. Selain itu, sampulnya yang segar serta layoutnya yang penuh warna akan bikin kamu nggak ragu bawa dan baca buku ini ke tempat-tempat gaulmu.

 

3. Jitu Menjual Diri dalam Beragam Situasi oleh John Afifi

Hah? Apa … menjual diri? Iyuh banget nggak sih? Eh jangan keburu ngeres dulu pikirannya woy. Ini menjual diri secara profesional. Di zaman modern ini, kesuksesan kita sedikit banyak turut ditentukan oleh kemampuan kita dalam menjual diri loh. Menjual diri di sini tentu saja bermakna mempromosikan kemampuan, ide, serta gagasan. Antigrogi ngomong di depan umum, sukses lewati wawancara, bagaimana merebut hati atasan, sukses jualan kecil-kecilan, tips memenangkan lowongan kerja, dan banyak lagi bisa kamu temukan di buku kekinian ini. Sangat penting bagi kita untuk bisa ‘menjual diri’ ini, baik dalam bisnis, organisasi, atau pun keseharian. Cari tahu selengkapnya aneka tips menjual diri secara positif di buku ini.

 

4. Guru Wow untuk Kids Zaman Now karya  Alifiana Nufi, Aswary Agansya, Bening Pertiwi, dan Fasih Dwi Yuani

Ternyata bukan hanya murid zaman now yang suka bergerombol, penulisnya juga …eh pisss ya Kakak-kakak, lanjutkan. Menjadi guru adalah menjadi pahlawan tanpa tanda jasa. Selain harus membekali diri dengan materi pengajaran, guru juga harus memiliki pengetahuan tentang psikologis siswa. Apalagi dalam mendidik anak-anak zaman now. Tidak bisa lepas dari telepon genggam, gampang galau dan hobi baper, dan sering kurang sopan kepada orang yang lebih tua; ada saja memang kelakuan murid-murid zaman now. Butuh ketrampilan khusus untuk berinteraksi dengan mereka. Dalam buku ini, kita bisa menyimak pengalaman guru-guru kekinian dalam mendidik siswa-siswi generasi Z dengan segala keunikan mereka. Ketemu murid yang suka curhat, siswa yang baru bisa merasa ganteng jika punya motor kayak si Boy, dan banyak lagi yang unik di buku ini.

 

5. Cara Laris Jualan Kuliner via Media Sosial

Tahu nggak sih? Jualan makanan itu salah satu jenis bisnis yang nggak ada sepinya. Buktinya: sedang sedih, makan. Lagi galau, makan. Pas rindu, makan. Buat kamu-kamu yang ingin berbisnis kuliner, buku ini kamu banget. Buku ini berisi tips-tips bisnis kuliner era milenial yang jarang diungkap dalam buku-buku sejenis kebanyakan, yakni berbisnis kuliner dengan promosi lewat media sosial. Bagaimana memulai blog khusus kuliner, cara memanfaatkan Google plus dan SEO. membikin template yang ‘lezat’, menulis cuitan yang retweetable, bikin iklan gambar yang menggiurkan lewat pinterest, hingga teknik menfoto di IG agar produk terlihat ‘bikin lapar’. Semua di buku ini. Karena berbisnis kuliner di zaman sekarang tidak hanya butuh rasa yang lezat, tetapi pertama-tama adalah tampilan yang memikat, juga sambutan yang hangat saat mereka berkunjung di medsos kita.

Itu tadi lima buku kekinian untuk generasi zaman now versi Mimin. Buku-buku ini sudah bisa didapatkan di Gramedia terdekat atau pesan ke nomor WA 0818 0437 4879. Karena membaca buku adalah salah satu tanda kekinian.

 

 

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.