Kemilau Cahaya dan Perempuan Buta (Basabasi, 2017)

Kemilau Cahaya dan Perempuan Buta (Basabasi, 2017)
Kemilau Cahaya dan Perempuan Buta (Basabasi, 2017).

Orang-orang tahu bahwa satu-satunya sumber kesedihan bagi perem­puan itu adalah jika keingintahuan dan pertanyaan-pertanyaannya menemukan jawaban yang buntu. Dan kesedihan perempuan itu selalu mengingatkan mereka betapa sia-sianya orang yang memiliki mata.

Demikianlah konon, bertahun-tahun kemudian, kampung di kaki bukit itu menjelma jadi kampung yang kaya. Hadirnya perempuan buta itu membangkitkan berkali lipat setiap ke­mauan atau tenaga.

Tapi begitu pulalah konon, berpuluh-puluh tahun kemudian ketika kampung itu telah berubah jadi kota, orang-orang mulai tak percaya. Pastilah itu hanya sebuah cerita kosong, tak lebih dari isapan jempol belaka. Manakah mungkin seorang perempuan, dan buta pula, mampu mengubah sebuah kampung untuk keluar dan lepas dari kelambanan atau kemiskinannya?

***

Gaya bercerita Gus tf Sakai sangatlah mengalir lancar tanpa sendatan sedikit pun. Bertolak dari realitas, atau dekat kepada peristiwa-peristiwa keseharian, tetapi (ingat) telah “dilompatkan sedemikian liar” melalui gedor-gedor imajinasinya. Walhasil, takkan mudah bagi siapa pun untuk jemawa menerka apa yang akan terjadi kemudian pada tokoh-tokoh ceritanya.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.