Alasan Penting Mengapa Kita Kudu Suka Membaca

0

Alasan Penting Mengapa Kita Kudu Suka Membaca

“Bukankah buku adalah jendela dunia, tempat pembaca bisa berwisata, meski tidak memijak langsung dunia sebelah sana yang sebelumnya asing?” (Muhajjah Saratini)
Karena membaca itu keren, ayo kita (/^_^)/*
Karena buku itu ilmu, maka membaca itu perlu.
Karena buku itu bergizi, maka marilah kita sukai
Karena membaca itu keren, ayo kita galakkan
Karena buku itu hebat, ayo kita sikat wkwkwk
Tentunya, kita semua sudah tahu manfaat membaca. Bacaan-bacaan kita, sejatinya adalah guru kita juga. Bagi para pembaca, buku-buku adalah teman yang selalu menyenangkan. Bagi para penulis, buku-buku adalah para guru yang tak tergantikan.
“Hanya sastrawan yang tidak punya guru resmi seperti pelukis atau pemusik.” (Eka Budianta)
Situs Reading Room menyebut ada 5 alasan mengapa kita harus suka baca buku. Apa saja itu?

(1) Buku adalah agen perjalanan yang paling murah
Tidak perlu bayar tiket, akomodasi, atau transportasi; dengan buku kita sudah bisa kemana-mana, ke seluruh dunia, bahkan ke dunia lain. Tentu saja, saat ini kegiatan travelling beneran sedang nge-tren. Pergi menjelajahi pelosok negeri dan penjuru dunia adalah keharusan. Namun, kadang kala, keadaan memaksa kita untuk tidak bisa bepergian, tidak bisa travelling. Mungkin karena dana, waktu, atau kondisi. Dalam hal inilah, buku datang sebagai penolong. Dengan buku, kita bisa kemana saja tanpa harus beranjak dari sofa depan rumah. Nggak perlu beli tiket, berburu kursi kosong di pesawat, atau booking hotel; dengan buku–ia mengajak kita jalan-jalan saat duit cekak.
(a) Pikniklah yang jauh,
(b) Pulanglah yang agak malam,
(c) Bacalah buku-buku,
Jadilah dirimu yang baru

Buku punya kekuatan ajaib untuk memindahkan kita–kurang dari satu menit–menuju tempat-tempat jauh dan asing, tanpa sihir atau magic. Dan, semua itu gratis. Tidak perlu tiket, tidak perlu bawa pakaian ganti atau uang saku, cukup dengan membaca kita sudah melanglang buana. “Buku adalah portal ajaib yang unik,” begitu kata Stephen King.

(2) Membaca akan berdampak positif pada pergaulan kita. Dengan kata lain, membaca buat kita semakin keren.
Gaul sambil bawa gadget terbaru? Ah itu mah sudah biasa.
Gaul sambil bawa buku baru? Nah ini baru seru!
Biasakan untuk membawa setidaknya satu buku di dalam tas kamu, ke mana pun kamu hendak beracara. Kau akan selalu punya teman di tasmu. Dengan begitu, Sambil menunggu, daripada mati gaya atau ngabisin batre ponsel, bukankah lebih baik baca buku? Dengan buku, kamu akan selalu punya bahan untuk diobrolkan dengan temanmu. Bahan obrolan yg jauh lebih bermutu dari sepatu terbaru misalnya.
“Buku adalah hiburan yang sempurna: tidak ada iklan, tidak perlu baterai, bisa dinikmati selama berjam-jam.” (Stephen King)
Dengan buku, ketika kamu tengah duduk sendirian tanpa teman, kamu tidak akan pernah kesepian. Tidak ada kata sepi bagi para pembaca. Selalu ada buku yg setia menemani mereka, mengisi waktu luangnya, mengisahkan cerita2 hebat padanya. Dan, apalagi sih yang lebih keren dari bergaul bersama teman-teman paling keren sedunia? Mereka adalah buku-buku.
“Pembaca adalah orang yang beruntung, mereka tidak pernah merasa bosan atau kesepian.” (Natalie Babbitt)

(3) Membaca sangat bermanfaat bagi otak kita. Membaca turut mengasah memori dan juga membantu mengembangkan imajinasi
Dari mana para sastrawan, ilmuwan, dan cendekiawan itu bisa jadi hebat? Dari aktivitas membaca tentunya, bukan nonton sinetron jalanan #eh. Sering lihat kan komikus Manga di Jepang? Kamar mereka selalu digambarkan memiliki rak penuh buku, paling tidak satu. Bahkan, Nobita pun memiliki satu rak buku di kamarnya (meskipun kebanyakan isinya komik). Ini bukti bahwa membaca sudah jadi budaya di sana. Seorang komikus, yang bekerja dengan gambar, juga butuh membaca untuk mengembangkan imajinasinya. Para komikus Jepang itu contoh terbaiknya. Lihat juga para profesor dan doktor sepuh di Universitas, otak mereka tetap aktif dan cemerlang di masa tuanya. Ini karena mereka membaca.
Jurnal “Neurology” merilis hasil penelitian bahwa rajin membaca buku membantu menjaga otak Anda tetap tajam bahkan ketika usia kita menua. Penelitian yg sama mengungkap bahwa orang yg suka membaca mengalami penurunan daya ingat yg lebih lambat ketimbang yang tidak suka membaca. Sebagaimana tubuh yg butuh olahraga agar tetap sehat, otak juga membutuhkan olahmental agar tetap kuat serta prima. Ini dia olahraga terbaik untuk otak: membaca, mengisi TTS/Sudoku, menulis, tertawa, berinteraksi dngn orang lain, melakukan hal-hal baru. Robert S. Wilson, PhD, dari Rush University Medical Center mengungkapkan bahwa membaca dan menulis penting untuk kesehatan otak di usia tua. Berikut ini tujuh aktivitas terbaik untuk kesehatan otak ala MinCob:
(a) Membaca
(b) Menulis
(c) Olahraga
(d) Makan makanan bergizi
(e) Istirahat
(f) Jalan2
(g) Mencintai kamu #eh

(4) Para pembaca buku adalah orang-orang yang menyenangkan. Beri saja mereka buku, dan selamanya mereka akan jadi temanmu #eakkkk
Kalau marah, mereka baca buku. Sedih, baca buku. Galau, baca buku. Senang, baca buku. Mau tidur, baca buku. Dunia jadi tenang karena mereka. Di waktu luang, dia membaca buku. Saat menunggu, ia membaca buku. Hendak tidur pun membaca buku. Tak ada waktu bergalau ria baginya. Dan, membaca buku tentunya jauh lebih mengasyikkan ketimbang menggalau dan melamun tidak jelas. Waktu sangat berharga, gunakan dengan baik. Hidup selalu terasa sederhana namun penuh warna dan juga kaya cerita bagi para pembaca buku. Tanyalah sendiri kepada mereka 🙂
“A reader lives a thousand lives before he dies. The man who never reads lives only one.” (George R.R. Martin)
Mungkin, inilah yang menjadikan mereka orang-orang yang menyenangkan. Membaca banyak buku = mengalami banyak kehidupan. Lebih bijak jadinya. Membaca beragam karakter dalam novel-novel memungkinkan kita “mengetahui” isi hati orang dengan kerpibadian yg sama di kehidupan nyata. Kita jadi tahu bagaimana suasana hati seorang psikopat, seorang penderita autisme, seorang yg disleksia dengan membaca novel2 tentang mereka. Dari membaca, para pembaca belajar ragam karakter manusia untuk kemudian bisa bersimpati kepada orang lain. Inilah salah satu fungsi sastra.
“Siapa tahu, dgn merenungi kegilaan orang lain, kita bisa lebih waras dan lebih bijak menghadapi kegilaan-kegilaan kita sendiri. … Membaca sastra, dengan demikian, adalah semacam tamasya imajinasi yg mengasyikkan dan barangkali ada gunanya.” (Anton Kurnia)

(5) Membaca itu murah. Ingat, membaca itu tidak harus membeli. Kita juga boleh pinjem atau menyewa.
“Tidak peduli buku apa yang Anda baca, keasyikan saat membaca dapat menghilangkan kekhawatiran dan tekanan dari luar.” (Dr. David Lewis)

Tidak harus mengeluarkan biaya, dengan membaca kita bisa melanglang buana ke penjuru dunia. Bahkan kita tidak perlu beranjak dari kursi. Kita bahkan bisa “bertemu” dan “bercakap-cakap” dengan Plato, Julius Caesar, Ibnu Sina, atau Da Vinci yang hidup ratusan tahun lalu. Secara hitungan PDB dan deret aritmatika, membaca buku jauh lebih hemat daripada piknik, or nongkrong tidak jelas di depan jaringan toko waralaba itu #eh hihihi. Dan, membaca adalah suatu bentuk hiburan yang paling murah dan bermanfaat. Kecuali membaca timeline si mantan hihihi peace!
Penelitian di Mindlab Internasional, University of Sussex (2009) menunjukkan bahwa membaca adalah cara paling efektif untuk mengatasi stres. Konon, membaca bahkan mengalahkan aktivitas2 penghilang stres yang lain, seperti mendengarkan musik, menikmati teh/kopi, dan berjalan-jalan.
“Maka kularikan anganku ke buku. Ke sanalah aku pergi kalau kehidupan nyata terasa sangat berat, atau tidak fleksibel.” (Neil Gaiman)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.