5 Ciri Tulisan yang Menyegarkan Seperti Apa Sih, Min?

1
5 Ciri Tulisan yang Menyegarkan Seperti Apa Sih, Min?
Tulisan yang Menyegarkan. Sumber gambar: pixabay

Tulisan yang segar itu gimana sih Min? | Kayak Admin gini deh. | Iya, Admin @divapress01 segernya beda. Kayak ada manis-manisnya gitu

(1) Enak Dibaca

Tulisan yang enak dibaca itu, kalimat-kalimatnya mengalir, luwes, dan tidak membikin pusing pembaca (meskipun isinya berat).

Perhatikan, bahwa sebuah tulisan berat pun akan menjadi asyik untuk dibaca/diikuti jika ditulis dengan asyik dan enak dibacanya. Contohnya adalah Stephen Hawking, beliau mampu menulis topik berat macam asal muasal alam semesta dgn bahasa yang mudah diikuti. Atau, Dale Carnegie dengan buku “How to Win Friends and Influence People”-nya nan legendaris itu. Menyenangkan sekali dibacanya.  Ada juga Kiyosaki yang membahas topik investasi dalam tulisan yang ringan, menyenangkan, dan mudah diikuti. Contoh-contoh di atas adalah para pakar yang menulis karya tanpa harus membuat bingung para pembaca awam. Coba baca karya2 mereka. Kuncinya bukan pada isi, tapi bagaimana cara kau menuliskannya. Tema berat akan terasa mudah dicerna jika kita tahu cara menulisnya. Seberat apapun itu (perjalanan waktu atau ekonomi masa depan), jika ditulis dengan menyenangkan pasti akan lebih dipahami pembaca awam.

Lalu, bagaimana cara membuat tulisan kita lebih enak dibaca? Pertama, masukkan unsur personal di dalamnya #SeninMenulis.  Banyak penulis besar yg memulai tulisannya dengan … “Ketika saya kecil dulu, ayah saya bla bla bla …” atau “Suatu hari, saya sedang … ketika tiba-tiba mendapat ide begini dan begitu.” Padahal, mereka tidak sedang menulis novel atau biografi. Mereka menulis buku tentang keuangan, investasi, atau fisika terapan. Dengan menambahkan unsur personal, pembaca serasa diajak untuk mendekat, agar tidak takut membaca buku bertema berat tersebut.

Cara kedua: banyak-banyak membaca karya sastra Sastra punya kekuatan untuk menyampaikan hal-hal berat melalui hal-hal ringan yang dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. #SeninMenulis. Melalui sastra, kita bisa menyampaikan ide dan gagasan besar melalui kisah-kisah keseharian. Dengan demikian, menjadikannya lebih personal.

Cara ketiga: banyak-banyak membaca dan dilanjut dengan sering-sering menulis. #SeninMenulis.  Banyak-banyaklah membaca. Sering-seringlah menulis. Kunci jadi penulis hebat.  Tidak ada yang bisa mengalahkan ketekunan, bakat pun tidak. Jika kamu ingin jadi penulis yang kudu rajin baca dan tekun menulis. Deal?

(2) Ceritanya (Kalau Fiksi) Menarik dan Isinya (Fiksi/Nonfiksi) Menginspirasi

Bisa membuat sebuah kisah yang menarik pembaca saja sebenarnya sudah poin plus. Apalagi jika ceritanya juga menginspirasi, wah plus-plus tuh.  Buku yang isinya menarik akan mampu menarik pembaca untuk melupakan sejenak dunianya. Ini semacam hiburan pengalih pikiran. Buku yang isinya inspiratif akan mengajak pembaca untuk lebih positif. Ada sesuatu yang bertambah baik dalam diri setelah dia membacanya.  Dengan demikian, buku itu memenuhi dua tujuan utama penulisan:

Pertama, memberikan penghiburan, dan kedua, memberikan sesuatu yang positif. Saat hendak menulis sebuah karya, upayakan karya itu menghibur pembaca dan mengubah pembaca jadi lebih baik/lebih pintar/lebih ….

(3) Membawa Sesuatu yang Belum Pernah Ada

Tentu saja, yang baru-baru itu biasanya segar kan? Seringnya sih gitu. Contohnya gebetan baru #eh.  Pernah seseorang berkata, sudah tidak ada lagi sesuatu yang baru di dunia ini. Mungkin memang benar. Jadi gimana bisa bikin tulisan baru? Ingat selalu bahwa baru tidak selalu harus menghadirkan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya. Gimana kalau cara penyajiannya yang baru?

Menghadirkan yang lama dengan cara baru. Menuliskan kembali ide-ide cerita yang sudah usang dengan cara baru, nah ini BARU yang kreatif. Kalau diamati, novel cinta kayaknya begitu2 saja, tetapi kenapa novel roman selalu ditulis? Karena penulis menulisnya dgn cara yang baru.  Cerita lama atau gagasan usang yang dituliskan dengan cara yang baru, ini sudah bisa disebut sebagai tulisan yang segar. Hal lama disajikan dengan cara baru, ini juga fresh. Cobalah terapkan dalam menulis. Kebetulan, salah satu poin diterima naskahmu di @divapress01 adalah mampu menyajikan gagasan yang lama dengan cara yang baru. Coba yuk!

Tanya: Menyajikan yang lama dengan cara baru itu gimana sih Min?

Jawab: Misal, kamu dandan ke pesta dengan padupadan baju-baju lama. Jadi, kayak menghadirkan diri dengan baju-baju lama yang direkarupa sehingga jadi sesuatu model dandanan yang baru dan ngehits. Mau ngehits ngak kudu pake baju baru kan?

Menyuguhkan sesuatu yang lama dengan cara baru adalah sebentuk kreativitas yang harus dilatih oleh para penulis. Jika kamu tidak bisa menciptakan sesuatu yang baru, sajikan saja yang lama dengan cara baru, itu. Demikian juga, nggak perlu cari gebetan baru. Cintai saja gebetan yg sudah ada dengan cinta yg baru #eaak Puasa woy jangan cinta-cinta mulu!

Tulisan yang BARU juga berarti tulisan itu mengangkat tema yang sedang jadi tren di masyarakat saat ini. Ini juga segar. Misalnya saja, di bulan April tulislah tema tentang perempuan. Atau di bulan puasa, tulis karya-karya bernuansa religi. Dulu, waktu demam Kpop, pasar buku dibanjiri oleh buku-buku bertema serupa. Kalau sudah banjir gini, pembaca bosan jadinya. Karena itu, sebagai penulis, kamu harus bisa menebak apa yang kira-kira akan atau sedang tren saat ini. Caranya gimana? Sering jalan-jalan ke toko buku, buka tokobuku online, stalking-in tuh akun penerbit di Twitter. Ada banyak petunjuk di sana #tren

(4) MENGEZSUTKAN

Halah … mengejutkan, menyentak, menguncang, mengegerkan dan sebagainya (tapi secara positif)

Masih ingat kan demam Da Vinci Code beberapa (ratus) tahun lalu? Novel Dan Brown yang katanya menguncang iman itu sungguh laris manis. Kenapa Da Vinci Code laris manis? Karena novel itu menyuguhkan sesuatu yang MENGEJUTKAN. Hal-hal yang mengejutkan biasanya dicari khayalak. Masyarakat cenderung suka-suka-gitu deh sama hal-hal yang berbau kontroversi. Dan, kontroversi itu biasanya bikin orang terkejut. Tuh liat saja acara gossip pasti ratingnya tinggi #eh.

Nah, kalau kamu ingin menuliskan sesuatu yang fresh, coba gunakan taktik ini. Tulislah sesuatu yang MENGEJUTKAN dan tidak diduga orang. Prof. Santos menggunakan tips ini dengan menulis buku tentang benua Atlantis yang konon ada di Indonesia. Ini mengejutkan dan bikin penasaran.  Contoh lain, seorang penulis Indonesia meluncurkan buku tentang Candi Borobudur sebagai peninggalan Nabi Sulaiman as. Ini juga mengejutkan. Ada lagi, beberapa tahun lalu, ada seorang penulis yang meluncurkan buku tentang kehidupan malam di Jakarta. Semua heboh dan kaget! Inilah kuncinya, kebanyakan orang suka dengan hal-hal yang berbau kontroversi dan sensasi, yang mengejutkan itu menyegarkan bagi mereka.

(5) FRESH & EXCITING, NEW and DIFFERENT (FEND).

Fresh (segar), exciting (menarik), new (baru), different (berbeda) –> RUMUS tulisan yang segar.

Fresh (segar) berarti tulisan itu membawa kesegaran bagi pembaca, memunculkan sesuatu yang segar dari monotonnya kehidupan.

Exciting (Menarik) berarti tulisan itu mampu menarik (dan menahan) perhatian pembaca agar mau membacanya/saat membacanya

New (baru) bahwa tulisan itu BARU, membawa sesuatu yang baru, atau menghadirkan yang lama dengan cara yang baru. Lihat poin no (3)

Different (berbeda) bahwa tulisan itu berbeda dari tulisan-tulisan yang sudah ada sebelumnya. Unik, punya ciri khasnya sendiri.

Selalu ingat rumus FEND (fresh, exciting, new, and different) ini jika kamu ingin membuat tulisan yang menyegarkan.

Demikian, DIVAmate, dari 5 Ciri Tulisan yang Menyegarkan kayak MinCob. Semoga bermanfaat ya

You might also like

1 Comment

  1. ujwar says

    Kayaknya tulisan saya belum menyegarkan… hoams. BTW makaaih ilmunya kak. Salam kenal

Leave A Reply

Your email address will not be published.