4 Tips Menulis Saat Liburan Agar Naskahmu Tidak Lama Terbengkalai

0
4 Tips Menulis Saat Liburan Agar Naskahmu Tidak Lama Terbengkalai
4 Tips Menulis Saat Liburan.

Keceriaan menyambut liburan semakin membuncah saja. Bagaimana dengan semangat menulis? Apakah juga sama. Berikut ini ada 4 Tips Menulis Saat Liburan  dari MinCob untuk DIVAmate.

Liburan panjang tentu membawa kesegaran baru, termasuk dalam menulis. Sayangnya, bagi sebagian calon penulis, liburan itu = libur menulis.Padahal, seorang penulis bertanggung jawab untuk menulis. Libur boleh, tapi jangan kelamaan libur nulisnya. Itu naskah kapan jadinya? Bagi para penulis besar, aktivitas menulis ibarat sarapan pagi yang jika tidak dilakukan setiap hari, maka terasa ada yang hilang. Apakah kamu sudah merasa seperti itu? Semacam ada yang hilang jika sehari saja kamu tidak membaca buku atau menulis sesuatu?

“Tapi, Min, kan bosan kalau nulis mulu. Aku kan butuh refreshing. Masak iya ngadep laptop terus. Lalu, kapan dapat jodohnya? (“-__-)”
Iya, refreshing itu perlu. Wajib malah. Tapi, ingat untuk menyelesaikan apa yang sudah kamu mulai. Kasihan naskahmu

Liburan semestinya menjadi waktu untuk mengistirahatkan pikiran sejenak, agak setelahnya semangat dan kreativitas itu kembali.Liburan juga selayaknya menjadi sumber-sumber inspirasi baru, yang akan memperkaya pikiran dan batin kita. Sudahkah liburanmu begitu?Hati-hati, karena liburan bisa juga melenakan. Menjadikan kita malas untuk kembali berupaya. Liburan itu ibaratnya tanda koma, bukan titik.Setelah liburan selesai, dan diri beristirahat sejenak, saatnya kembali memperjuangkan apa yang telah/sedang kita perjuangkan.Yang lagi berjuang lulus ujian, cari jodoh, melamar pekerjaan, dan (uhuk) menyelesaikan naskah, semangat \(*O*)9

“Tapi, rumahku sempit, Min. Banyak orang dan ramai. Nggak bisa dapat ide nih kalau gini terus.”
Iya, ngeluh aja terus (?o ?”)
Kita ini ya, kalau disuruh mengeluh kok kayaknya lancar jaya, nggak pernah kehabisan kata-kata. Giliran nulis, kata-kata hilang entah kemana. Heran deh, Hyu Bin.

Jadi, apa saja tips keren untuk mengembalikan semangat menulis kamu setelah liburan? Mari kita simak *Miminnya googling dulu* (0_o)

(1) dari 4 Tips Menulis Saat Liburan: Pancing kembali minat kamu untuk menulis
Gimana cara memancing minat menulis? Tidak, bukan dengan goyangan genit kamus atau lirikan nakal pulpen. Tidak perlu sevulgra itu. Banyak banget cara lain yang lebih beradab. Misal nih ya, jalan-jalan ke toko buku. Bayangkan tahun depan bukumu ikut mejeng di sana.Atau, kelilingi dirimu dgn buku-buku. Hadirkan kembali perasaan indah itu, ketika semesta dan kisah-kisah hebat terlipat dalam lembaran2nya.Bisa juga datang ke tempat biasanya kamu sering mendapatkan ide, nggak harus ke kafe. Ke teras depan dengan secangkir teh pun ok. Setiap kalian pasti punya tempat favorit untuk menulis atau membaca kan? Harusnya sih punya walau cuma satu-dua. Kalau belum punya, cari. Kalau nggak ketemu, bikin sendiri. Diri kita sendirilah yang sejatinya menentukan bisa atau tidaknya, mau atau ogahnya, menulis.

(2) dari 4 Tips Menulis Saat Liburan: Ngumpulin bahan tulisan yang sudah dikumpulin (sebentar, judulnya agak-agak mumet ini).

Ini adalah tips kedua agar mood nulis kamu balik setelah liburan #tips #SeninMenulis #writingDengan mengumpulkan semua materi yang sudah capek-capek kamu cari (bisa juga membaca naskahmu yang separuh jadi) kamu akan sadar bahwa perjuangan itu terlalu berharga untuk dihentikan, bahwa naskahmu terlalu luar biasa untuk tidak ditulis dan diselesaikan.Kumpulkan buku-buku yang sudah kau baca, kertas-kertas yang sudah coreng moreng dengan idemu, status-status yg jadi potongan naskahmu.Perhatikan, naskah-naskah setengah jadi itu mengiba untuk kau selesaikan. Tegakah kamu, menelantarkan mereka? #MiminPunSedih. Tidak rugikah engkau, membiarkan tulisanmu tidak selesai? Padahal, siapa tahu, tulisan itu kelak akan jadi bestseller, sumbangan terindahmu.

Semoga, mereka yang menelantarkan tulisannya yang setengah jadi dan nggak selesai-selesai diberikan kesadaran. Amin. *Miminpun di-bully*. Yang tega membiarkan naskahnya nggak selesai, kebangetan bener deh. Mungkin, Anda-anda sekalian kudu baca ini http://on.fb.me/1kV3SjA Tuh kan banyak yang kesindir. Sabar ya, Dek, ini demi masa depan anak-anak kita kelak ?(???)? ?(???)? ?(???)?

Tips (3) dari 4 Tips Menulis Saat Liburan: Hilangkan Segala Gangguan dalam Menulis
Gangguan di sini sifatnya luas ya, tidak hanya gangguan suara bising lingkungan. Rasa malas dan badmood juga termasuk gangguan loh. Lebih seringnya, gangguan menulis itu datangnya dari dalam diri kita sendiri. Susah fokus, rasa malas, godaan nonton drama korea atau nge-game. Gangguan dari luar sih relatif lebih mudah dihilangkan. Kalau lapar, ya makan sebentar. Kalau berisik, ya pindah tempat sejenak.Gangguan dari dalam diri adalah gangguan terberat yang menerpa seorang penulis. Gangguan jenis ini kadang lebih sulit dihilangkan. Rasa malas untuk menyelesaikan naskah. Rasa bosan dan suntuk. Keinginan untuk memilih menyerah sebagai hal yang lebih mudah. Dahsyat bener!Bagaimana cara mengenyahkan gangguan-gangguan dalam diri ini? Cara terbaik adalah mencari teman senasib seperjuangan u/ saling menyemangati. Berkumpullah dengan sesama penulis, gabung dengan komunitas penulis, hadiri talkshow dan pelatihan menulis, simak kultweet MinCob. Banyak! Atau, kalau Mimin sih, main ke toko buku dan memandangi rak buku bestseller sambil berkata (dlm hati) “Taon depan buku gue mejeng di sini!”

Tips (4) dari 4 Tips Menulis Saat Liburan: Berikan Hadiah untuk Diri Sendiri
Seringkali, memberi hadiah adalah dorongan yang jauh lebih manjur ketimbang pemberian hukuman. Jadi, sesekali traktirlah dirimu sendiri. Belilah novel yang selama ini pengen kamu baca, atau es krim lezat yang senantiasa membayangi mimpi malammu, atau baju keren yang melambai-lambai ingin diadopsi di pojok distro sana. Sesekali, tidak apa-apa. Tapi, berjanjilah bahwa kau akan tekun menulis dan menyelesaikan naskahmu, menyelesaikan apa yang telah mulai. Dan tepatilah, karena pria dan wanita keren itu menepati janji.

Diperlukan keyakinan diri, pikiran positif, dan dukungan dari diri dan orang lain untuk mengenyahkan gangguan2 dari dalam ini. Sepenuhnya, kita kudu menyadari fakta dasar ini: “Hanya mereka yang menulislah yang akan menjadi penulis.”

Itu dia 4 Tips Menulis Saat Liburan. Mudah-mudahan bermanfaat ya!

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.