3 Tips Menulis Cantik Kekinian Bagi Penulis Pemula

3 Tips Menulis Cantik Kekinian Bagi Penulis Pemula
3 Tips Menulis Cantik Kekinian. Sumber gambar: pixabay

Hari ini, kita akan membahas 3 Tips Menulis Cantik.

Mimin mau share tips menulis cantique (baca: cantik) ala-ala kekinian. Maksudnya menulis cantik gimana? Sebagaimana bermain bola, dalam menulis pun kita kudu bisa menulis dengan cantik. Kenapa? Karena cantik itu indah, ya kan Min @KampusFiksi?
Min, mengapa tidak ada menulis ganteng? | Karena Mimin sudah ganteng jadi nggak boleh diutak-atik lagi | *miminnya rame-rame diceburin ke got

Apa itu menulis cantik? Intinya menulis cantik itu adalah menulis dengan hati, tanpa beban, sekaligus tetap mengindahkan aturan yang ada. Sebagaimana bermain bola, oper dulu ke kawan, mundur lagi, lalu ketika ada kesempatan, segera tendang ke gawang dan GOL. Cantik kan ya 🙂 Jadi, menulis cantik itu tidak gubras-gabrus asal nulis banyak gak peduli aturan yg penting jadi dan ujung-ujungnya naskah jadi tapi rusak! Menulis cantik juga bermakna kita menulis dengan mengikuti proses yang benar, sehingga hemat waktu, hemat tenaga, juga hemat kertas.

Apakah kita harus berdandan nan elok dulu sebelum menulis biar cantik? Boleh sih, tapi ngak harus gitu juga. Tapi, penampilan yang cantik pasti lebih disukai daripada penampilan yang tumpah-tumpah. Lagipula, sudah bukan zamannya lagi penulis kucel buwel rambut awut-awutan yang penting naskah oke. Naskah sih oke, tapi situ jomblo loh #eh Yang indah-indah itu lebih diminati dan lebih enak dilihat editor ketimbang yang kucel muwel kayak tisu seken. Eh, ini maksudnya tulisan loh. Skip skip skip, kita lanjut ke tips menulis secara cantik dulu *kibas poninya Daesung.

(1) Fokus menulis selama minimal SATU JAM per hari
Sebagaimana tips dari Pak @Zhen_Dpt; saat sedang menulis, beliau menutup total seluruh akun jejaring sosial. Fokusnya hanya untuk menulis.

Tanya: Tapi Min. Susyah. Facebook, Twitter, dan Instagram terlalu menggoda buat diabaikan
Jawab: Lha situ mau nulis atau jagain warnet sih?
Tanya: Caranya gimana ya Min, buat menolak godaan medsos saat menulis?
Jawab: Cabut deh itu modem, matikan wifi, buang jauh2 tuh hape (X_X)
Tanya: Dih, Miminnya kejam *elus-elus hape baru*
Jawab: Lebih kejam lagi kamu … kamu tega menelantarkan naskahmu. Sakitnya tuh di naskah.

Coba deh, satu jam dulu kamu fokus nulis tanpa membuka medsos atau megang hape. Satu jam saja hanya untuk nulis, berani? Setelah berhasil, kamu tingkatkan lagi jadi satu setengah jam, lalu dua jam, selanjutnya rutin sehari 2 jam buat nulis tanpa megang hape. Tidak berat kok jika kita sudah membiasakan diri tidak pegang hape. Pelan-pelan dulu saja yang penting konsisten. Biar lambat asal menetap (bikin KTP kali ya, menetap). Kebiasaan untuk menyisihkan waktu satu jam saja sehari hanya buat menulis dan tidak membuka sosmed, jika ditekuni hasilnya dahsyat loh.

Rasanya mungkin berat, sungguh susah berpisah dengan telepon genggam kesayangan. Awas, para ahli bilang ini bentuk kecanduan, bahaya loh. Terlalu terikat pada hape dan media sosial terbukti kurang baik bagi kesehatan fisik, jiwa, mental, dan dompet. Paket data mahal cwins X_X. Karena itu, menulis bisa dijadikan sebagai semacam terapi untuk mengurangi ketergantungan kita kepada hape dan media sosial. Yakin deh.

Jujur-jujuran yuk, kamu pilih yang mana?

(a) 1 jam sehari buat menulis = 3 bulan jadi 1 naskah, atau
(b) Berjam-jam pegang hape = tangan pegel, mata sakit, pulsa abis, naskah nggak jadi-jadi

“Kamu cantik kalau pas lagi nulis, tapi jutek pas lagi main medsos.” (Lee Min Ho KW 5 1/4 dalam film Siti Bunder)

Jadi, intinya, fokuslah untuk menulis dan HANYA UNTUK MENULIS ketika kamu sedang menulis. Jika bosan, beri batasan, misal 1 jam sehari.

(2) Menulislah dengan bahagia dan hati yang senang, jangan dijadikan beban. Berbahagialah saat menulis.

Orhan Pamuk, peraih Nobel Sastra 2006, pernah berkata: “Saya menulis karena saya tak pernah bisa bahagia. Saya menulis untuk bahagia.” Kita mungkin tidak perlu seekstrem beliau, tetapi penulis yang bahagia saat menulis itu adalah hal yang indah. Kalau ingin jadi penulis hebat, maka pertama kali, sukailah menulis dan berbahagialah dengannya. Masak iya ngakunya pengen jadi penulis besar tapi malas banget kalau disuruh menulis. Penulis itu ya menulis, sebagaimana pelukis ya melukis. Kita adalah yang kita cintai. Jika ingin jadi penulis, maka cintailah kegiatan menulis. Begitu. Ketika kita mencintai apa yang kita lakukan, maka hasilnya akan luar biasa. Yakin deh. Demi apa? Demi kamu, aku mencintaimu #haseg.

(3) Jangan menulis sambil mengedit. Saat nulis ya nulis aja. Nanti akan ada masanya untuk mengedit ulang tulisanmu.

Tulisan pertama dimaksudkan untuk ditulis saja sampai selesai. Setelah naskah jadi, baru deh kita edit-edit biar makin cantik. Banyak calon penulis yang nafsu banget mau edit tulisannya, sibuk ganti ini dan ganti itu. Jadinya, naskah ga rampung atau lama rampungnya. Menulis yang cantik itu menyelesaikan dulu naskahmu sampai halaman terakhir, baru kemudian diedit dan dibaca ulang. Ingat, masa kita di dunia ini terbatas. Segera selesaikan karyamu, baru setelah itu diperbaiki, dipermak, dipercantik, atau ditambah/kurang. Roti bolu yang keras dan tawar rasanya jauh lebih berharga bagi seorang yang kelaparan ketimbang adonan tepung yang belum jadi roti. Anggap aja, orang kelaparan itu adalah penerbit hehehe.

“Menulislah dengan perasaan. Apa saja yg kamu rasakan, tulislah. Kalau sudah tiba waktunya untuk mengedit, baru pakai pikiranmu.” (C. Bird)

Saat sedang menulis, fokuslah untuk menyelesaikannya, jangan pikirkan dulu bagus atau tidaknya. Nanti ada saatnya kok untuk itu. Naskah biasa yang sudah jadi jauh lebih dilirik editor ketimbang naskah bagus yang nggak jadi-jadi. Ini rahasia besar buat kamu ketahui. Jangan risau dengan banyaknya salah ketik. Nanti akan ada waktunya sendiri untuk memperbaiki itu semua. Fokus dulu ke selesain naskah. Dikit-dikit baca ulang, dikit-dikit hapus, dikit-dikit diganti, dikit-dikit dicoret. Naskahmu ya dikit-dikit terus kalau begini melulu. Menulis itu soal hati dan imajinasi, sementara mengedit tentang logika dan pikiran. Keduanya adalah proses yang berbeda, baiknya dibedakan. Menulislah dengan cantik agar hasilnya juga cantik, kayak hati Admin #eaaak.

Seorang penulis bisa kaya dan terkenal hanya dengan modal 26 huruf alfabet saja. Hebatnya penulis tuh di sini.

3 Tips Menulis Cantik itulah yang perlu diketahui oleh para penulis pemula. Selamat berkarya!

Comments

  1. Desak Pusparini Reply

    Tipsnya keren! Harus segera dipraktikkan. 😀

  2. Romdonah Kimbar Reply

    Betul juga ya, menulis ya emang menulis aja

  3. Alia Arifin Reply

    Tantangan banget no. 1, soalnya lebih sering nulis di hp. Harus di off ya internet nya,, hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published.