22 Langkah Menulis Buku Bestseller Paling Efektif

10
22 Langkah Menulis Buku Bestseller Paling Efektif
22 Langkah Menulis Buku Bestseller. Sumber gambar: pixabay

Kamu ingin nulis buku, tapi bingung mau nulis apa dan gimana nulis buku yang benar?

Temanmu sudah ganti avatarnya dengan cover buku karyanya. Kamu kapan menyusul?

Ada 22 langkah menulis buku bestseller yang bisa kamu ikuti untuk menghasilkan sebuah buku (fiksi/nonfiksi) nan spektakuler, epik, dahsyat. Dengan menerapkan langkah berikut ini, kamu akan bisa menulis buku/novel dengan mudahnya.

Langkah 1: Buka “new word document” di komputer atau laptop kamu. Ingat, kamu mau menulis, bukan main game atau fesbukan.

Langkah 2: Simpan dulu di file word dengan judul bebas, misalnya “N0v3lQ” atau “K4rYaQu” atau “CalonBuquQu” *ternyata alay

Langkah 3: Berhenti sejenak, merenung sejenak kira-kira sudah ada yg buat buku seperti ini belum ya.

Langkah 4: Rasa penasaranmu menang. Kamu langsung buka Facebook dengan alasan mau tanya ke wall sudah ada judul ini atau belum.

Langkah 5: Sambil nunggu statusmu dikomentari, kamu cari di google. Kira2 sudah ada belum ya buku seperti yang akan kamu tulis

Langkah 6: Tidak ada yang komentar di status kamu. Yang like juga cuma 2. Hasil googling juga menyatakan belum ada yg menulis buku seperti itu. Senang rasanya bisa menulis sesuatu yang orisinal, yang belum pernah ditulis orang lain sebelumnya.

Langkah 7: Kamu mengetik judul calon bukumu di halaman pertama word. Lalu, kamu ketik lagi “Bab Satu”

Langkah 8: Cek email. Siapa tahu ada email baru yang masuk. Siapa tahu kamu dapat ide baru dari kotak surat.

Langkah 9: Karena sudah membuka email, kenapa tidak sekalian saja mengecek Twitter. “Timeline itu sumber ide,” katamu. Apa? Kamu nggak punya Twitter? Hari gini? Kasihan amat deh kamu, Dek *Miminnya dilempar jumroh.

Langkah 10: Membuka kembali halaman word, kemudian termenung menatap kursor yang berkedip-kedip di layar. Kamu belum juga mulai menulis.

Langkah 11: Karena bingung mau menulis apa, kamu putuskan membuka blog-blog dan website langgananmu. Siapa tahu dapat ide di sana.

Langkah 12: *setengah jam kemudian* Kamu mulai mengetik kalimat pertamamu. (Bahkan butuh 11 langkah untuk mengetik kalimat pertama)

Langkah 13: Klik “save as” biar data nggak hilang. Meskipun halaman itu baru diisi satu kalimat pertama, tapi tetap kudu disimpan. Karena ibarat kenangan, setiap data juga harus disimpan #eaaa *kepleset kursor

Langkah 14: Merasa puas, bahagia karena telah berhasil menulis satu paragraf. Ini patut dirayakan lho 🙂

Langkah 15: Setelah berpikir keras, kamu merasa agak haus. Lapar juga sih. Saatnya mengambil minuman dan kudapan.

Langkah 16: Saatnya isi ulang gelasnya. Camilannya juga perlu diisi ulang. “Kudapan itu penting lho saat menulis,” kamu berkilah.

Langkah 17: “Bosen deh gue! Cek Facebooklagi ah. Siapa tahu ada yang bales status gue tadi.”

Langkah 18: Buka Twitter lagi. Klik-klik tagar #CalonRISatu, #KpopDay, #HappyBday1D #ChampionLeague #KepoMassal #GantengGantengKokPlatipus. Kalau di facebook sih ikutan debat pendukung capres #eh

Langkah 19: Balik lagi ke layar word. Menatap lama kursor yang berkedip-kedip di kata terakhir kalimat/paragraf pertamamu.

Langkah 20: Tiba-tiba kamu lupa bagaimana cara menulis. Kamu buka-buka kembali grup kepenulisan atau linimasa akun kepenulisan.

Langkah 21: Menulis status di FB “Aduh mentok, nggak ada ide”. Lalu, ngetweet “Menulis itu tidak semudah melupakan mantan.”

Langkah 22: Kamu baru sadar bahwa kamu belum menulis apapun kecuali satu kalimat/paragraf. Lalu, kamu tiba-tiba teringat ini –>

“Menulis itu menulis itu menulis itu menulis itu menulis itu menulis itu menulis itu menulis.” (Gertrude Stein)

Lalu, kamu sadar bahwa “Tidak ada teknik khusus untuk menulis buku/novel yg bagus, kecuali menulislah dan terus menulis. Sempatkan juga membaca, sambil terus menulis.”

Ketika kamu menulis, maka menulis saja, jangan lakukan yang lain. Tutup semua jendela browser di monitormu. Tutup, kecuali jendela idemu. Ada waktunya sendiri untuk membuka Facebook, main twitter, atau blogwalking. Jika tiba waktunya menulis, ya menulis saja, bukan yg lain.

Demikian tadi 22 Langkah untuk bisa menulis buku/novel yang baik. Cieee pada kecele ya? *kabur ah

 

June 2, 2014 at 3:29pm

You might also like More from author

10 Comments

  1. Dunia Perpustakaan says

    Bahasa tulisanya syik, bener2 menggambarkan peristiwa yang selalu dialami oleh hampir semua penulis pemula, sepertinya itu juga dialami si mimin waktu mau bikin tulisan diatas? haha

  2. ferly_aa says

    Top banget, benar-benar menggambarkan hal-hal yang dilakukan saat bingung mau nulis. Lol banget xD

  3. ulin says

    kocaaaaaaak abeeesss 😀

  4. Anonymous says

    Haha… Jebakan yang menginspirasi.

  5. Mas Ahmad says

    like this 🙂

  6. Anonymous says

    miminnya kok greget ya

  7. shina says

    Aku terharu

  8. Anonymous says

    Kyknya pengalaman pribadi tuh..he…he ..

  9. siti rohmah says

    udah nulis, tpi bingung mau ngirim ke penerbitnya….ada saran dari kawan2?

Leave A Reply

Your email address will not be published.