10 Alasan Membaca Setiap Hari Bagi Kesehatan Mental dan Pengetahuanmu

10 Alasan Membaca Setiap Hari Bagi Kesehatan Mental dan Pengetahuanmu
10 Alasan Membaca. Sumber gambar: pixabay

Selamat siang, DIVAmate. Ada alasan untuk setiap kejadian, untuk semua hal, dan untuk apa dua hati dipertemukan eakkk. Begitu juga, ada alasan mengapa membaca setiap hari adalah hal yang bagus buatmu. Eh ngomong-ngomong, kapan terakhir kalian baca buku? Baiknya sih, kalau bisa sih, baca buku itu tiap hari agar makin keren. Tapi, yah seminggu sekali pas akhir pekan pun tak mengapa, yang penting sudah mau membaca saja sudah keren kok kalian. Tapi, membaca tak harus membaca buku. Bisa juga baca majalah, komik, surat kabar, atau artikel on line. Baca status FB dan tweet juga boleh. Bacalah, yang penting perhatikan bacaanmu, jangan sampai bacaannya cuma artikel-artikel bikin panas di linimasa saja ya.

“Dia yang suka membaca memiliki segalanya dalam jangkauannya.” (William Godwin)

Sungguh sangat disayangkan jika ada orang yang tidak suka membaca, mereka telah melewatkan banyak sekali manfaat membaca. Padahal, membaca–terutama rutin setiap hari–memiliki banyak sekali manfaat yang telah dibuktikan oleh penelitian maupun kebiasaan. Lana Winter-Hébert dalam artikelnya ’10 Benefits of Reading: Why You Should Read Every Day’ menyebut 10 alasan membaca di antaranya. Apa saja manfaat dari membaca secara rutin setiap hari? Ayo simak rame-rame di #SelasaMembaca pekan ini.

1. Menstimulasi Mental

Membaca ibaratnya adalah latihan atau olahraga untuk otak, yang menjadikannya tetap sehat. Berbagai penelitian menyebutkan bahwa aktif secara mental terbukti dapat memperlambat proses munculnya gejala Alzheimer’s dan dementia. Hal ini karena ketika otak kita tetap aktif, kondisinya akan terjaga dan selalu fit seperti ketika kita rajin berolah raga. Tubuh yang aktif bergerak cenderung lebih sehat dan fit, begitu juga mental yang terus aktif dan dipergunakan.Seperti otot-otot lain di tubuh, otot-otot di otak kita juga membutuhkan ‘olah raga’ untuk menjaganya tetap sehat dan kuat. Nah, salah satu cara membuat otak tetap aktif setiap hari adalah dengan membaca. Inilah olahraga terbaik untuk otak. Selain membaca, aktivitas lain yang baik untuk otak adalah bermain catur dan mengerjakan puzzle dan teka-teki silang. Tapi, sementara bermain catur dan mengisi TTS bisa bikin pusing, bukankah lebih enak membaca novel seru saja?

“Maka membacalah. Sesungguhnya membaca itu menyehatkan jiwa sebagaimana olah tubuh menyehatkan raga.” (Anonim)

2. Meredakan Stres

Membaca ternyata mampu mengurangi stres, yakni dengan membuat kita lupa sejenak bahwa kita sedang stres. Penelitian di Mindlab Internasional, University of Sussex (2009) menunjukkan bahwa membaca adalah cara paling efektif untuk mengatasi stres. Membaca bahkan mengalahkan aktivitas2 penghilang stres yang lain, seperti mendengarkan musik, menikmati teh/kopi, dan berjalan-jalan. Ketika kau stres karena pekerjaan atau tugas sekolah, galau karena teringat mantan, ambillah sebuah novel yang kamu sukai, lalu bacalah. Pilih dan bacalah satu novel, komik, atau majalah yang kamu suka, lalu mari kita menghindar sejenak dari hiruk-pikuk dunia.

“Maka kularikan anganku ke buku. Ke sanalah aku pergi kalau kehidupan nyata terasa sangat berat, atau tidak fleksibel.” (Neil Gaiman)

Sebuah novel yang bagus mampu membawa kita tamasya ke tempat yang jauh, membuat kita lupa sejenak dengan stres yang mendera. Demikian pula membaca artikel akan membuat kita ‘menghilang’ sejenak dan larut dalam isinya, maka stres pun sedikit mereda. Saat membaca, kita diajak berkelana tanpa harus ke mana-mana, ketegangan pun mengendur dan tubuh serta pikiran bisa rileks sejenak. Untuk menghilangkan stres ini, Mimin sarankan untuk membaca novel atau komik atau buku nonfiksi saja, jangan baca linimasa media sosial, apalagi baca perang komentar di Facebook. Dijamin malah jadi semakin tegang syaraf kalian. Yah, tahu sendiri kan, membuka media sosial sering kali malah membuat hati panas karena status-status pemancing keributan yang entah itu. Lebih baik, bacalah buku. Buku akan jauh lebih menghiburmu ketimbang dunia maya.

“Tidak peduli buku apa yang Anda baca, keasyikan saat membaca dapat menghilangkan kekhawatiran dan tekanan dari luar.” (Dr. David Lewis)

3. Menambah Pengetahuan

“Nasihat terbaik yang pernah kudapatkan adalah bahwa pengetahuan adalah kekuatan dan tetaplah membaca.” (David Bailey)

Membaca itu belajar, lewat membaca kita mendapatkan banyak pengetahuan. Semua yang kita baca akan memperkaya pengetahuan dan informasi di kepala kita. Siapa tahu, pengetahuan ini kelak akan berguna. Semakin banyak pengetahuan yang kita miliki, semakin siap kita dalam menghadapi setiap tantangan yang datang menghadang dalam kehidupan ini.Selalu ingat ungkapan bahwa ilmu adalah satu-satunya harta yang tidak akan pernah berkurang ketika kita membagikannya. Kita bisa kehilangan pekerjaan, uang, harta, atau kesehatan. Tapi, kita tidak akan pernah kehilangan ilmu pengetahuan dalam pikiran kita.

4. Menambah Kosakata

“Mereka yang tidak mau membaca tidak memiliki keunggulan dibanding mereka yang tidak bisa membaca.” (Mark Twain)

Semakin sering kita membaca, semakin kaya perbendaharaan kata-kata yang kita punya. Bagi yang ingin jadi penulis kece, punya kosakata alias perbendaharaan kata yang kaya tentunya akan sangat menguntungkan. Dengan kosakata yang kaya, tulisan kita jadi lebih berwarna, lebih spesifik, mampu menyampaikan ide dan gagasan dengan lebih mengena. Kita jadi tahu bahwa selain melihat, ada pula menonton, menyaksikan, melirik, memandang, mengawasi, memperhatikan, dan lain-lain.
Kosakata yang kaya juga membuat kita kaya dalam berbicara, dalam artian, lebih banyak ragam kata yang bisa kita gunakan. Kosakata yang kaya ini juga akan sangat bermanfaat dalam karier dan pekerjaan, karena kata-kata yang kita ucapkan pas dan mengena. Kaya kosakata ini, secara tidak langsung, membuat kita jadi lebih percaya diri karena kemampuan berbahasa kita lumayan di atas rata-rata. Orang yg banyak baca cenderung lebih nyambung saat diajak mengobrol, bisa masuk ke dalam banyak topik. Mereka teman bicara yg menyenangkan. Mereka nyambung saat diajak ngobrol buku terbaru, literatur laris, temuan terbaru, atau hal-hal yang sedang kekinian. Jadi, ayo baca! Membaca buku juga salah satu cara terbaik untuk belajar bahasa asing, tentunya jika dipadukan dengan latihan berbicara dan praktik menulis.

5. Menjaga Ingatan Tetap Tajam

“Baca, baca, baca, bacalah apa pun.” (William Faulkner)

Ternyata, rutin membaca adalah salah satu latihan terbaik untuk mempertahankan ketajaman mamori. Saat membaca novel, misalnya, kita dipaksa untuk mengingat siapa saja nama karakternya, siapa menjadi siapa, di mana kejadiannya, sedang apa. Secara tidak langsung, kita membaca sambil menghafalkan itu semua, dan saat itu kita tengah melatih ingatan kita. Banyak dari kita yang masih bisa mengingat jelas alur cerita dari novel bagus yang kita baca setahun lalu, cukup dengan menyebut judulnya. Otak adalah organ yang begitu luar biasa, dia mampu mengingat banyak isi buku dengan mudah, terutama saat kita menikmati membaca bukunya. Karena itu, belajar yg terbaik adalah dengan menyenangi atau menikmati apa yang sedang kita pelajari sehingga otak mudah dalam menyerapnya. Hebatnya lagi, satu ingatan baru akan menciptakan sebuah sinaps baru lagi sekaligus memperkuat jaringan sinaps yang telah ada di dalam otak. Ini akan sangat membantu kita dalam memanggil kembali ingatan jangka pendek kita sekaligus membuat mood lebih stabil. Keren kan ya?

6. Memiliki pola analisis yang lebih kuat

“Buku adalah teman yang paling pendiam namun setia; penasihat yang paling bijaksana dan mudah dijumpai, serta guru yang paling telaten.” (Charles William Eliot)

Sherlock Holmes, dia membaca banyak buku. Hobinya ini telah terbukti sangat membantunya dalam menganalisis dan menyelesaikan kasus. Yg suka baca novel misteri, sering kali bisa menebak ending dari sebuah cerita. Kita ikut belajar menganalisis dgn membaca cerita misteri. Membaca cerita detektif juga mengajarkan kita untuk berpikir secara lebih sistematis & terencana, ini bisa bermanfaat dalam kehidupan nyata. Keterampilan menebak jalan cerita dalam novel ini kemudian bisa kita manfaatkan dalam menebak cerita nyata dalam kehidupan, keren bukan? Inilah sebabnya para pembaca cenderung bisa berpikir secara lebih bijaksana, tidak serampangan. Mereka belajar banyak dari cerita fiksi. Dengan demikian, membaca membuat kita bisa berpikir secara lebih runtut, lebih analitis, serta lebih terencana, kayak Mimin kece ini hehehe

7. Meningkatkan Fokus dan Konsentrasi

Membaca adalah salah satu latihan terbaik untuk meningkatkan fokus dan konsentrasi kita. Tanpa disadari, internet adalah perusak fokus yang paling dahsyat. Membuka email, membalas tweet, membaca status–semua dilakukan bersamaan.Sambil chatingan via whassapp, kita sambil menonton Youtube, plus ikut perang komentar di status razia warung; duh itu fokus mencar deh kemana-mana. Meskipun internet membuat kita semakin multitasking, internet juga telah merusak kemampuan kita untuk fokus. Para ahli menyalahkan internet sebagai biang keladi hilangnya fokus. Kita jadi susah untuk fokus pada satu hal, gampang bosan dan teralihkan. Perhatikan saja, di era internet ini, kita jadi lebih lekas gelisah, tidak tenang, cepat bosan, buru-buru, susah fokus, dan sulit memusatkan perhatian. Hilangnya fokus dan sukarnya berkonsentrasi ini bisa diperbaiki, salah satunya dengan membaca. Gimana cerita kok bisa begitu?

“Kita membaca buku untuk mengetahui siapa diri kita sebenarnya. Juga, untuk mengetahui apa yang dilakukan dan dipikirkan dan dirasakan oleh orang lain (nyata atau fiksi) … membaca adalah panduan penting untuk memahami siapa dan akan jadi apa diri kita.” (Ursula K. Le Guin)

Saat sedang membaca, pikiran kita terfokus pada cerita atau isi buku yang tengah asyik kita baca. Semua yang lain terabaikan untuk sejenak. Inilah teknik paling menyenangkan untuk memusatkan perhatian dan mempertahankan konsentrasi, yakni dengan membaca buku atau novel. Komik juga boleh. Tidak percaya? Coba baca novel selama 15 menit setiap hari sebelum berangkat kerja atau sekolah. Lakukan dengan rutin, dan rasakan bedanya. Setelah beberapa minggu membaca rutin, fokus akan lebih meningkat, perhatian kita juga semakin baik. Kerja dan tugas pun terselesaikan. Siswa-siswi di Indonesia juga sudah dianjurkan untuk membaca selama 15 menit setiap pagi sebelum jam pelajaran dimulai. Nah, ikutan yuk program bagus ini.

8. Melatih Kemampuan Menulis

“Buku teknik menulis ada banyak, tetapi tips terbaik menulis adalah membaca.” (Seno Gumira Ajidarma)

Sejak dulu, membaca dan menulis memang selalu seiring sejalan, yang satu mendukung yang lainnya. Seno Gumira Ajidarma saja mengakui bahwa latihan terbaik untuk menulis adalah dengan membaca. Jadi, kalau kamu ingin jadi penulis kece atau pengen memperbaiki keterampilan menulismu, maka banyak-banyaklah membaca. Apa yang kita baca akan mempengaruhi apa yang kita tulis dan juga bagaimana kita menulis. Penulis belajar menulis dengan membaca karya penulis lain, sebagaimana para musisi dan seniman juga belajar dari karya musisi/seniman lain.

9. Menciptakan Kedamaian dalam Jiwa

“Pembaca adalah orang yang beruntung, mereka tidak pernah merasa bosan atau kesepian.” (Natalie Babbitt)

Selain yoga, beribadah, atau menyepi; kita bisa mendapatkan efek ketenangan yg sama lewat membaca. Jurnal PLoS ONE memuat artikel yg menyebut bahwa membaca dapat menjadi terapi sampingan bagi para penderita depresi. Penderita depresi yang dirawat dengan tambahan terapi membaca ternyata menunjukkan hasil perkembangan yg lebih positif. Ini karena aktivitas membaca memberikan sarana “pengalihan” sementara dari kenyataan yang sulit. Membaca buku bertema religi dan spiritual juga konon mampu menurunkan tekanan darah dan memunculkan rasa damai serta tenteram. Sementara, membaca buku motivasi dapat membantu mengatur gangguan suasana hati dan meredakan tekanan mental.

10. Hiburan Gratis

“Buku adalah hiburan yang sempurna: tidak ada iklan, tidak perlu baterai, bisa dinikmati selama berjam-jam.” (Stephen King)

Buku punya kekuatan ajaib untuk memindahkan kita menuju tempat-tempat jauh dan asing, dan itu gratis. Tidak perlu bayar tiket, akomodasi, atau transportasi; dengan buku kita sudah bisa kemana-mana, ke seluruh dunia, bahkan ke planet yang lain. Kadang kala, keadaan memaksa kita untuk tidak bisa bepergian, tidak bisa travelling. Mungkin karena dana, waktu, atau kondisi. Dalam hal inilah, buku datang sebagai penolong. Dengan buku, kita bisa kemana saja tanpa harus beranjak dari sofa depan rumah.

Bahkan ketika dana beli buku sedang cekak, kita bisa meminjam buku di perpustakaan, perpus beneran maupun digital. Ragam buku yg bisa kita baca juga banyak sekali, tinggal dipilih mau baca apa: novel, komik, sejarah, biografi, motivasi, humor, banyak lagi. Ada banyak yang bisa kita pilih untuk memanjakan imajinasi dan menambah pengetahuan kita. Membaca buku adalah hiburan yang menakjubkan. Sesekali, ayo menjauh sejenak dari komputer dan gadget. Bukalah sebuah buku, dan segarkan kembali jiwa dan pikiran kita dengan membaca.

“Marilah kita membaca, marilah kita berdansa; inilah dua kesenangan yang takkan pernah merusak dunia.” (Voltaire)

Nah, itu tadi 10 alasan membaca setiap hari secara rutin. Jadi, jangan malas membaca ya. Membaca itu keren!

You might also like

Comments are closed.